54. Rasa Malas

1740 Kata

Siulan jangkrik memenuhi ruangan. Deru angin lembut membelai-belai kulit terbukanya. Pria itu mengenakan kaus putih. Duduk di kursi kerjanya di pinggir jendela. Rambutnya bergerak pelan, terkena embusan angin yang kian kencang. Laptop di meja kerjanya masih terbuka. Ada beberapa lembar kerja yang berdempet di bawahnya. Berbagai tugas dan rencana pembelajaran telah ia selesaikan. Mesin printer di bagian bawah meja berderit-derit. Menandakan ia sedang mengoleskan tinta berwarna-warni ke setiap lembar yang tertata di atasnya. Satu per satu lembar kertas itu meluncur dan berhenti di tatakan berwarna hitam. Walau terkadang ada pula yang melompat dan terjatuh ke lantai. Damar memilih menyalakan musik. Mengisi hari yang tenang dengan alunan lagu memang paling mengasyikkan. Suara bas, gitar da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN