Mereka semua masuk dan duduk di ruang tamu. Priska segera mengambilkan minuman dan juga risol yang sebelumnya sudah ia goreng. Disajikan hangat dengan penuh cinta. “Priska, gimana kuliahnya?” tanya Anin ramah, saat gadis itu datang dengan sepiring risol di tangannya. Kemudian meletakkan piring ke atas meja dan duduk di depan Anin. “Ya begitulah, Kak, mengerjakan tugas kuliah, mengerjakan skripsi juga. Ayo dimakan, Kak!” Dia menjawab dengan nada datar. Dengan tidak berdosanya mengambil risol itu terlebih dahulu. Hingga membuat Robi menggelengkan kepalanya pelan. Bagaimana bisa dia mendahului tamu dengan sikapnya seperti itu! “Ah, iya, terima kasih,” jawabnya. Dia menyenggol lengan Tita. Menyuruhnya untuk mengambil makanan itu juga. Mereka segera menyantapnya bersama-sama. Tatapan Pris

