Hari di mana ia harus pergi ke rumah Mamanya sudah tiba. Ia bersiap dengan rapi dan sempurna. Ia memang tak boleh bersikap sekenanya. Selain untuk dirinya, juga untuk kehormatan kedua orang tuanya. Pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke sana. Mengendarai mobil dengan mengenakan kemeja putih yang dibuka dua kancing bagian atasnya. Rambutnya masih sedikit basah. Sis keramas yang masih belum kering dengan sempurna. Ia menyibak rambutnya perlahan. Merasakan angin yang masuk dari jendela yang ia buka. Udara pagi memang selalu sejumlah dan mampu memberikan energi positif. Ia ingin mendapatkan semua energi itu. Agar ia bisa melewati hari ini dengan tenang. Ia ingin pertemuan dengan orang tuanya lancar. Tapi, penolakan untuk perjodohan juga harus berhasil. Rencana demi rencana ia pikirkan denga

