Priska menyeret Robi dengan paksa, menjauh dari Damar yang bisa mengatakan apa saja. Ia tak ingin kakaknya akan mendengarkan kalimat-kalimat menyesatkan yang keluar dari bibir Damar. Apa lagi jika sampai Damar menceritakan tentang hari di mana gadis tiu menyatakan cintanya. Lalu mengatakan baha ia dengan tegas menolak pernyataan cinta itu. Semalu apa dia nantinya? Mungkin, dia lebih memilih naik pohon dan duduk bersama dengan kunti. Dari pada harus bertemu dengan Damar atau kakaknya Robi. Gadis itu segera berbalik dan menutup pintu gerbang. Lalu kembali menyeret kakaknya masuk ke dalam rumah. Menutup pintu dan duduk di sofa ruang tamu. Ia menutup wajah, masih tidak menyangka ia akan diantarkan pulang oleh sosok yang ia beri rasa. Jantungnya masih berdetak dengan sangat kenacng. Rasany

