57. Hari Bersantai

1850 Kata

Dengan perasaan campur aduk. Priska mengendarai motornya. Ia masih terus meneteskan air mata tanpa suara. Hidungnya mulai mengeluarkan air dan ia mengusapnya dengan cepat. Saat lampu sudah berganti warna menjadi hijau. Ia dengan sekencang mungkin menarik pedal gas. Membuat motor matic itu semakin kencang menyusuri jalanan. Perasaan Priska semakin tidak karuan. Mengingat tentang segala sakit yang ia rasakan. Rara yang ada di belakangnya hampir saja tidak mampu mengejar. Ia masih beruntung. Tidak sampai menabrak mobil yang melintas dari arah yang berlawanan. Sebab, ia harus menyalip beberapa pengendara. Agar jarak motor yang ia kendarai, tidak terlalu jauh dengan keberadaan Priska. Suara mesin mobil menderu. Begitu juga suara klakson yang ditekan beberapa kali mengisi seluruh jalanan. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN