21. Setan

2077 Kata

Angin semilir menerobos masuk. Menyelinap dengan gerak perlahan. Melewati sela-sela kecil. Hingga akhirnya ia sampai di meja. Menerbangkan beberapa lembar kertas yang sedang tertata di sana. Kertas itu akhirnya berhamburan. Terjatuh, tak lagi berurutan seperti yang sudah mereka susun sebelumnya. Ekspresi kesal di wajah Priska dan Rara tampak sangat jelas. Wajah keduanya tampak kusut. Rambut terlihat acak-acakan. Dengan kantung mata yang sudah semakin menghitam. Bola mata mereka memerah. Bukan karena kelilipan atau apa. Tapi, karena terlalu lama berkutat dengan tugas yang belum selesai juga. Padahal, mereka harus mengumpulkan hari itu. Priska mengentakkan kakinya ke lantai. “Astaga! Sudah berapa kali ini seperti ini! Ra, tutup saja jendelanya! Kau jangan alasan enggak betah menggunaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN