20. Lintang

1973 Kata

Priska berlari keluar dengan rasa malu yang teramat besar. Rara tak bisa berbuat apa-apa, selain mengikuti langkah temannya yang sedang berlari. “Pris!” “Ka!” “Tunggu!” Berulang kali Rara memanggilnya. Tapi, dia tak juga berhenti. Rara kewalahan mengejar langkah Priska yang begitu cepat larinya. Dia terengah-engah. Sementara Priska masih terus berlari dan meninggalkan dia jauh di belakang. Panggilan dari Rara ia hiraukan. Sebenarnya, dia mendengarnya. Tapi, ia memang sengaja tak menoleh atau pun menyahuti panggilan darinya. Dia terlalu malu untuk berhenti. Dia semakin mempercepat larinya ke arah tempat parkir. Kemudian dia langsung saja mengendarai motornya dengan kencang. Meninggalkan Rara di sana sendirian. “Yah, ditinggal deh aku!” Rara mengembuskan napas panjang. Dia harus sela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN