Priska masih mengoceh terus di sepanjang perjalanan. Jika ia tahu akan mengalami kejadian itu. Ia tak akan mau ikut dengan sang kakak. Lebih baik di rumah. Makan camilan juga rebahan. Disambi menonton drama Korea dan meneguk minuman dingin. Betapa nyaman dan menenangkan. Sementara sekarang, ia harus pulang dengan pakaian basah. Kaus putih itu telah ternoda dengan warna kuning dari es jeruk yang ia pesan. Rambutnya yang baru selesai dikeramas menjadi lengket. Bau khas jeruk dan manis dari sirop. Wajahnya yang ayu dengan riasan tipis menjadi kusut. Ia begitu sakit hati dan tidak bisa memaafkan siapa pun itu. “Masih enggak capek mengomel terus?” ucap Robi di sela saat Priska berhenti sejenak. Priska menoleh, “Ini semua gara-gara adik pacar Abang, ya! Abang harus tanggung jawab! Belikan ak

