40. Di Ujung Tanduk

1836 Kata

Weekend. Sebuah janji yang telah terucap harus ditepati. Terlebih, ini adalah sebuah penebusan dari rasa bersalah seseorang. Maka, lebih besar lagi kewajiban untuk segera dilakukan. Priska begitu sukacita menanti hari ini. Hari di mana ia akan mendapatkan pengganti dari pakaiannya yang telah tersiram jus beberapa hari yang lalu. Ia bersiap sedari pagi. Memoles wajah dengan riasan tipis dan mengenakan pakaian santai. Tak lupa sling bag yang ia sampirkan di pundaknya. “Aku siap!” ucapnya seraya membuka pintu kamar kakaknya. “Oke! Ayo!” sahut Robi. Baru mereka berdua akan melangkah keluar dari pintu rumah. Ponsel Robi berdering dengan sangat nyaring. Mencegah mereka untuk melanjutkan langkah. Ia merogoh saku celananya. Mengambil ponsel dan mengecek siapa yang meneleponnya sepagi ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN