Jeana membuka matanya secara perlahan. Seluruh tubuhnya sakit, dia melihat ke samping kasur dengan perasaan gusar. Lelaki itu sudah tidur tanpa menggunakan baju sama sekali. “Ahh!” teriaknya kesakitan Jeana baru sadar bahwa tadi malam dia sudah melewati malam yang panas dengan lelaki itu. Jeana turun dari kasur dan memunguti bajunya satu persatu. Baju itu berserakan entah kemana. Bibir Jeana sakit, dia menatap wajahnya di cermin dan jelas lehernya memerah dan bibirnya bengkak. Bulir air mata membasahi pipinya lagi. Kakinya sakit untuk melangkah. Leo terlalu kasar memperlakukan Jeana tadi malam. Jeana mencoba membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Air shower itu membasahi seluruh tubuhnya. Isak tangisan mengema dengan bulir air mata, Jeana meratapi nasibnya yang pedih ini. Dia

