“Pasangkan dasi saya!” suara intruksi dari Leo pagi ini. Dia baru saja memakai kemeja panjang dan tidak lupa memakai dasi. “Aku tidak sampai!” keluh Jeana. Tingginya memang hanya sebatas d**a Leo. Leo berdecak lidah melihat Jeana yang sudah melompat-lompat di depannya agar tinggi mereka sama. “Pakai kursi itu!” perintah Leo. Jeana melihat kursi kecil yang tersedia di sudut lemari. Jeana mengambilnya dan meletakkan di depan Leo. Dia menaikan kakinya di atas kursi sehingga tinggi mereka hampir sama. Dengan wajah datar dan angkuh, Leo tidak memandangi wajah Jeana yang sedang memakaikan dasi di hadapannya. Aroma wangi lavender sangat menyegat. “Sudah siap?” tanyanya lagi. Leo merasa bahwa istrinya ini sangat lama memakaikan dasi. “Hampir selesai, sabar!” sahut Jeana. Setela

