Jeana duduk di kursi dengan pandangan nanar melihat ke depan. Secangkir cokelat hangat yang sudah dibuat Leo berhasil mengagatkan dirinya sejenak. Selimut tebal menutupi tubuhnya. Leo duduk di hadapannya, Jeana sama sekali tidak memandang ke arah Leo. Kali ini air matanya sudah tidak mengalir lagi dengan deras. “Kamu kenapa Jena Brokas?” tanya Leo lembut. “Alfin menyelingkuhiku,” ujar Jeana lalu menyeruput cokelat panasnya lagi. “Hmm,” Leo menarik nafasnya dan menghembuskan perlahan-lahan. Dia tidak memandangi wajah perempuan di depannya. Bibi Oliv setiba Jeana di rumah, dia kemudian menawarkan untuk membuat cokelat panas tetapi secepat kilat Leo sudah stay di dapur dan membuat cokelat itu untuk Jeana. Bibi Oliv sempat tercengang beberapa saat melihat Tuan Leo agak sedikit

