Ara mengetuk pintu Evan beberapa kali. Menekan tombol bel juga. Tak berselang lama Evan membuka pintu apartemennya. Membeku sejenak, menancapkan seluruh atensi pada wanita yang kini berada dihadapannya. "Ara, aku merindukanmu, sungguh," Ara hanya tersenyum. Masih menatap mata Evan yang menyimpan banyak sekali rindu untuknya. Ara tertarik masuk ketika Evan menarik pergelangan tangannya. Menutup pintu apartemen rapat-rapat. Ara hanya menatap Evan datar. Berbeda sekali dengan Evan yang menatapnya dengan mata berbinar. "Ara, merindukanmu, sangat," Evan memeluk Ara wanita itu hanya diam saja. Tidak membalas. Evan melepaskan pelukannya. Memegang bahu Ara. Menatap kedua matanya. Lelaki itu tak perduli dengan tatapan Ara yang datar. Dia tahu dia telah berbuat salah. Tapi, tunggu sebentar sebelu

