Pagi itu Sita bergegas sarapan lalu berangkat ke kantor. Dia harus berangkat lebih pagi karena kemarin sudah bolos setengah hari. Dia melajukan motornya agak cepat tapi tetep berhati-hati. Akhirnya, sampai juga dia di kantor. Masih tiga perempat jam menuju jam masuk, pikir Sita. Untungnya kemarin semua pekerjaannya telah selesai. Jadi dia tinggal menunggu pekerjaan baru. Biasanya Pak Zein akan menyimpan pekerjaan di mejanya. Dan benar saja, beberapa dokumen sudah menumpuk di mejanya. Dia bergeras membuat kopi dan membawanya ke mejanya. Matanya fokus pada komputer dan dokumen yang harus dia revisi. Sambil meminum kopi dan mendengarkan musik, dia pun mulai bekerja. Tak terasa waktu makan siang tiba. Saat sedang membereskan dokumen yang sudah selesai dikerjakan, seorang office boy membawak

