68 "Pak Bram kan?" hanya kalimat itu yang pertama kali keluar dari mulut shilla saat melihat siapa sosok yang berada di hadapannya saat ini. "Iya. Saya bram. Papanya randy. Ada yang ingin saya bicarakan dan tawarkan ke kamu. Boleh saya masuk?" Walaupun shilla tau jika papanya Randy sama sekali tidak menyukainya karena dia menjalin hubungan dengan anaknya, tapi shilla sama sekali tidak ada fikiran buruk sedikitpun saat ini, kepada orang yang sekarang berada di hadapannya. "I-iya, silahkan masuk." shilla hanya merasa gugup, karena baru kali ini dia melihat sosok bram secara langsung seperti ini. Selama ini dia hanya mengetahui orang tersebut di layar kaca televisi miliknya, dengan berbagai pemberitaan positif yang mengekspose tentang kesuksesan semua bisnis yang ia miliki. Bram pun mel

