7
"Ya udah, kalau gitu lo bareng gue aja." ajak randy ke shilla.
"Nih cowok kenapa sih, tiba-tiba kok jadi mendadak baik sama gue, padahal kan dia selalu jahatin gue. Aneh banget" batin shilla heran.
"Ngg-" ucap shilla terpotong oleh bunyi suara dari handpone nya.
Gadis itu pun mengangkat telfon yang ternyata dari bos tempat dia bekerja di cafe.
"Halo lex, ada apa?!" tanya shilla.
"................."
"Belum, tapi mungkin gue akan sedikit telat."
"………………"
"Okey. Tapi lex, nggak ada sesuatu hal buruk yang terjadi kan?"
"…………………"
"Oke, bye.."
Setelah shilla menutup telfonnya. Dia mengatakan kalau tidak jadi berangkat kerja hari ini, di karenakan bosnya sedang ada urusan keluarga yang sangat mendadak.
Shilla pun menyuruh lelaki yang ada di hadapannya untuk segera pulang, karena dia sendiri juga sudah lelah akibat pulang sekolah langsung bantuin randy yang terlihat tidak serius ketika mengerjakan soal-soalya tadi, dan hal itu sempat membuat shilla menjadi sakit kepala di buatnya.
"Lo tu ya.… udah gue beliin makanan juga, bukannya terimakasih, malah ngusir gue pulang."
"Lah terus, kalo lo nggak mau pulang, lo mau ngapain lagi di sini?!" tanya shilla heran.
Randy terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Karena dia bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan shilla kepada dirinya.
Nggak mungkin banget kan, kalau dia bilang ingin lebih lama dengan shilla saat ini?!
"Malah bengong, udah sono pulang!" ucap shilla mengusir randy, dengan gerakan sedikit mendorong tubuh lelaki itu ke belakang.
"Iya-iya. Dasar cewek aneh."
Randy pun akhirnya pergi meninggalkan gadis itu yang kini sudah memasuki tempat kosnya.
***
SHILLA POV
aku pun membaringkan tubuhku di atas tempat tidurku, setelah tadi aku memakan makanan yang di belikan oleh randy.
Aku tidak menyangka sama sekali, kalau lelaki yang selama ini sangat menyebalkan bagiku itu, ternyata memiliki hati yang sedikit baik juga.
Tapi hanya sedikit saja!
"Ck, kenapa aku jadi memikirkannya sih. Nggak penting banget." ucapku frustasi.
Aku sama sekali tidak mengerti dengan sifat randy. Kadang dia bisa bersikap sangat baik. Tapi di sisi lain dia juga sering bersifat menyebalkan.
Uh, seperti bunglon saja!!
Sikapnya bisa berubah setiap waktu.
Karena ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, akupun memutuskan untuk memejamkan mataku yang sudah sedikit mengantuk ini.
Tapi setelah sekitaran 10 menitan mataku terpejam, handphone yang ku taruh di meja samping tempat tidurku itupun berbunyi, menunjukkan adanya pesan line masuk.
Aku pun terkejut melihat nama yang tertera di sana. "Randy?!"
RANDY POV
Setelah aku pulang dari tempat shilla tadi, entah kenapa fikiranku menjadi tidak tenang.
Aku sudah berusaha memejamkan kedua mataku untuk berusaha tidur, agar fikiran aneh tentang shilla di kepalaku saat ini bisa hilang.Tapi sama sekali tidak bisa.
"Arrrrgghhh....Gue kenapa sih?!" ucapku mengacak acak rambutku frustasi, yang kini aku sudah dalam posisi duduk masih di ranjangku.
Tiba-tiba Memori di kepalaku seperti sedang memutar ulang kejadian saat shilla sedang membuka lilitan handuk di tubuhnya.
Saat itu aku merasa tubuhku seketika berubah menjadi memanas, padahal aku sedang tidak demam, di tambah lagi dengan keadaan jantungku yang berpacu sangat kencang.
"s**l, kenapa aku jadi seperti orang m***m yang memikirkan hal-hal jorok sih?!" ucapku dalam hati.
Tapi..... Entah kenapa di saat aku berusaha menepis hal-hal yang aneh di dalam fikiranku tentang gadis itu, berbanding terbalik dengan hatiku yang berkata lain.
Dan kini entah mengapa, aku sangat ingin tau dia sedang apa bila sendirian di kosannya. Padahal dia wanita, bagaimana kalau terjadi apa-apa?!
Akhirnya aku pun memutuskan untuk mengiriminya pesan line.
Randy : shill..............
Shilla : read.
"Songong banget sih di 'r' doang"
Randy : anjiiirrr di 'r' doang. Bales wooiii!!
Shilla : read.
Randy : berasa baca koran ya lo, bales napa?!
Shilla : apa? Lo nggak tahu kalau ini sudah malam?
Aku pun tertawa sendiri saat membaca balasan line dari shilla.
Randy : tau.
Shilla : terus?
Randy : gue cuman mau ngingetin, kalau besok lo harus datang pagian ke sekolah. Jangan kayak kemaren lo.
Shilla : males!!
Randy : lo lupa, kalau gue sekarang majikan lo?
Shilla : Lebih tepatnya m.o.n.s.t.e.r. (-_-)
Randy : monster terkeren yang pernah lo liat kan?
Shilla : huek
Shilla : gue mau tidur, jangan gangguin gue!!
Randy : iya say
Shilla : read.
Randy : ton. Read
Aku pun tersenyum sendiri ketika membaca lagi chat'an ku dengan shilla. "Sepertinya gue beneran udah gila dibuanya."
Tapi sejak kapan perasaan ini muncul?, entahlah. aku sendiri juga tidak mengerti. Aku hanya merasa bahwa saat ini aku tidak ingin jauh darinya.
AUTHOR POV
Sementara di tempat lain shilla semakin di buat menjadi heran dengan tingkah randy.
"Nih anak, salah makan obat kali ya?!" batin shilla.
Akhirya shillapun memutuskan untuk tidur dengan pulas, agar besok dia bisa bangun pagi.
***
Di sekolah..
Semua mata para murid yang sedang berada di sekitaran toilet saat ini, sedang memperhatikan ke arah seorang gadis yang kini sudah dalam kondisi berantakan, oleh baju yang sudah basah kuyup karena terkena guyuran air kotor bekas pel.
Pembullyan ini terjadi lagi.……….
Semua orang di sana menatap shilla dengan tatapan yang berbeda beda. Ada yang menatapnya dengan kasian, mencibirnya, bahkan ada yang melihatnya dengan jijik karena keadaannya yang basah akibat air kotor bekas pel tersebut.
Sementara itu saat ini rani, dan lisa sudah berada di hadapan shilla. Menertawai gadis yang sudah mereka berdua siram tadi.
"Hahaaha, rasain lo. Mangkanya jangan pernah lo berani godain cowok gue! Lo harusnya sadar diri akan posisi lo yang hanya terlihat seperti seorang sampah yang tidak berguna sama sekali di sekolah ini." ucap lisa menghina gadis yang kini tengah tertunduk lesu sambil menahan tangisnya.
"Maksud kalian berdua apa sih sebenarnya? Aku nggak ngerti sama sekali dengan apa yang kalian omongin barusan." ucap shilla dengan suara bergetar.
Dan lisa pun menjambak rambut shilla dengan kasar, sampai-sampai kepala shilla menjadi sedikit mendongak ke atas. "Lo jangan pura-pura nggak tau dengan apa yang gue maksud tentang omongan gue barusan."
"Iya, nggak usah pura-pura jadi cewek b**o' deh sekarang." sahut rani.
"HEI...... KALIAN SEMUA YANG ADA DI SINI, DENGERIN OMONGAN GUE BAIK-BAIK." ucap lisa sedikit berteriak ke arah murid-murid yang tengah memperhatikannya sedari tadi.
"Lo semua harus berhati-hati dengan cewek licik kayak dia!" ucap lisa dengan sedikit mengencangkan tarikan tangannya di rambut shilla. Yang membuat shilla merintih kesakitan.
"Aw... Lis lepasin! Sakiitt..." shilla merintih kesakitan dengan air mata yang sudah jatuh di pipi mulusnya.
"Dengan wajah sok lugu yang di miliki oleh cewek s****n ini, dia sudah dengan berani menggoda randy, cowok gue. Dan kalian semua cewek-cewek yang ada di sini harus hati-hati. Jangan sampai cowok kalian tergoda oleh cewek kampungan kayak dia ini." ucap lisa dengan posisi yang sama, sambil mengarahkan jari telunjuknya ke depan shilla.
"Gue nggak nggodain cowok lo randy lis.. Jadi, lepasin gue." -shilla
"Ternyata lo bisa bohong juga ya, dasar cewek murahan. Jelas-jelas gue kemarin lihat sendiri sepulang sekolah randy ngeboncengin lo menuju tempat kosan lo cuman berdua doang. Dan gue yakin, lo pasti sudah menggodanya habis-habisan dengan tubuh lo itu kan?!" ucap lisa sinis.
"OMG shilla.... Jadi lo ngejual tubuh lo cuman buat ngedapetin uang dari cowok-cowok tajir macam randy?! Kasian banget sih nyokap lo, udah nyekolahin lo susah payah, tapi anaknya disini cuman jadi cewek murahan yang gampang di tiduri cowok lain." sahut rani yang mendramatisir keadaan.
Semua murid pun terlihat kaget oleh perkataan lisa dan rani barusan. Mereka tidak menyangka kalau shilla adalah cewek yang ternyata bisa melakukan hal seperti itu. Tatapan merekapun kini berubah menjadi tatapan yang jijik dan merendahkan shilla.
"Gue bukan cewek kayak gitu, jangan bawa-bawa nyokap gue ran! Kalian berdua nggak tahu apa-apa tentang kehidupan gue." ucap shilla dengan suara parau karena tangisannya.
Tiba-tiba terdengar suara pria yang mencoba menghentikan drama yang terjadi di sana.
"Cukup lis, hentikan semua kelakuan gila yang lo buat ini. Lo nggk lihat kondisi shilla sudah seperti apa hah?!" ucap randy yang melihat tingkah laku lisa sedari tadi.
Randy merasa tidak tega dan merasa ada luka di dalam hatinya, ketika melihat shilla di perlakukan seperti itu. Sungguh randy kini sangat amat membenci perlakuan kasar yang di lakukan lisa ke shilla saat ini.
"Gue nggak akan berhenti sampai cewek murahan ini keluar dari sekolah ini!" ucap lisa menunjuk shilla. Dan rani yang terheran heran dengan sifat randy yang nge bela shilla.
"Lo bener-bener udah gila lis. Lagian kita berdua sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kita udah putus dari lama. Dan ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan shilla." ucap randy yang sudah merasa kesal dengan tingkah laku lisa.
"Tapi gue yakin kalau in---" ucapan lisa terpotong oleh randy.
"Cukup, GUE BILANG CUKUP LIS!!" bentak randy.
Semua orang di sana melihatnya tidak percaya.
BERSAMBUNG