14
"Takdir nggak ada yang tau shill." sahutnya.
Shilla terdiam sejenak.
"Nggak, takdir nggak akan bisa ngebuat gue jatuh cinta dengannya. Begitupun sebaliknya." ucap shilla meyakinkan dalam hati.
"Udah ya lex, jangan bahas tentang randy lagi, aku males ngebahas dia." pinta gadis itu ke alex. Yang hanya di angguki oleh pria tersebut.
Tapi alex masih penasaran dengan cerita shilla tentang dirinya yang di kunci seseorang di dalam gudang.
Lelaki itu tidak habis fikir dengan kelakuan anak jaman sekarang yang semakin berani menyakiti temannya.
"Tapi kan aku bukan temennya. Lagi pula dia sangat membenciku." ucap shilla miris.
"Kenapa bisa begitu??" tanya alex.
"Karena kata rani dan lisa, aku cuman cewek miskin yang seperti sampah di sekolah mereka." jawab shilla tertunduk lesu.
Alex diam.
"Lagian aku udah terbiasa di bully di sekolah." ucapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Shill... Kamu nangis...?" tanya alex
Tapi shilla tidak menghiraukan pertanyaan lelaki tersebut, dan tetap berbicara...
"Saking terbiasanya, sampai udah kaya' makanan sehari-hari." lanjutnya yang kini dengan air mata berjatuhan.
"Shill." panggil alex yang ingin menghentikan shilla yang terus berbicara.
Gadis itu masih tidak merespon dan tetap berbicara.
"Tapi, Kadang aku merasa kal——"
Ucapan shilla terhenti, karena alex yang tiba-tiba sekilas mencium bibirnya dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
Lelaki itu sudah tidak tega melihat gadis yang dia sukai sejak lama itu menangis menitihkan air mata. Saat ini, yang di rasakan alex hanya ingin melindungi wanita yang sangat ia cintai ini.
Dia sangat ingin menjaganya dari apapun yang akan melukainya.
Tak di sangka di luar tempat itu, sudah ada seseorang yang melihat mereka sedari tadi dengan perasaan yang sangat hancur. Ya, orang itu adalah randy, randy tak menyangka kalau ternyata hatinya bisa sesakit ini ketika melihat shilla yang sedang di cium dan di peluk oleh lelaki lain.
"Emmm.....lex... A—apa ya—"
"Sssshhhtt... Aku mohon, biarkan seperti ini...." pinta alex yang masih erat memeluk gadis itu.
"Ta—tapi ak—"
Lagi-lagi, ucapan shilla terpotong. Karena alex kini yang sudah dalam posisi menangkup kedua pipi mulusnya, dan menatapnya lembut, setelah tadi sebelumya dia melepaskan pelukannya.
Alex pun mendekatkan wajahnya perlahan ke wanita itu.
Shilla masih terdiam, menunggu apa yang akan di lakukan bosnya tersebut.
Semakin lama semakin dekat dan sangat dekat.
Hingga kini, hidung mereka sudah saling bersentuhan dan..
BRAKK.....!
Terdengar suara pintu terbuka keras. Yang seketika itu membuat alex dan shilla menoleh, karena kaget.
Mata shilla membulat tak percaya , dan mulutnya kini sudah terbuka lebar karena melihat randy yang sudah terlihat sangat marah, dengan rahang mengeras dan tangan yang sudah mengepal kuat sedang berdiri menatap tajam ke arah mereka.
"Randy!!" pekik shilla yang merasa kaget.
Randy yang sudah sangat tersulut emosi itupun, datang mendekati alex, membuanya berdiri dengan cara mencengkram kuat kerah baju alex dan hendak memukulnya. Namun shilla dengan cepat menahan dan menghalanginya.
"Randy, lo apa-apa'an sih??" tanya shilla yang sudah di posisi berdiri.
"LO YANG APA-APA'AN SHILL!!" bentak randy kepada shilla.
"Nih anak kenapa sih?? Marah-marah nggak jelas??" batin shilla heran.
"Lo kok bentak gue sih?!! Emang gue ada salah apa sama lo??" tanya shilla yang sudah sedikit kesal.
Alex pun diam dan masih memperhatikan perdebatan mereka.
"Lo lupa?? Lo tu sekarang cewek gue shil!! Nggak seharusnya lo berdua-dua an kayak gini sama cowok b******k kayak dia!! Jawab randy nyolot dengan menunjuk-nunjuk alex.
Alex yang di tunjuk-tunjuk itu pun jelas tidak terima. Dan bilang "eiitss..... Santaii dong tangan lo..." ucapnya dengan menepis kasar tangan randy.
Randy semakin naik darah, "HEH!! BRENGSEKK. LO TU UDAH NGGANGGU PACAR GUE. sekarang lo pergi dari sini, atau lo mau gue hajar habis-habisan sekarang juga?!!" ancam randy yang sudah sangat marah, dengan kembali mencengkram kasar kerah baju alex.
Shilla semakin khawatir dengan kelakuan mereka berdua, terutama dengan emosi randy saat ini. Dia takut, kalau randy tidak main-main dengan ucapannya.
Tetapi, lain dengan alex. Walaupun randy terlihat sangat kasar dan beringas terhadapnya, tapi dia sama sekali tidak merasa takut.
Alex pun tertawa, mendengar perkataan randy yang mengaku sebagai pacar shilla. "Pacar?? Cuman pura-pura kan??!" sindirnya dengan nada mengejek.
"s****n!! BRENG—" ucapan randy terpotong yang berbarengan dengan terhentinya tangan randy yang hendak akan memukul alex.
"RANDY!! STOP!! BERHENTI BERKELAHI!!" teriak shilla menengahi.
Kini posisi tubuh shilla, berada di tengah-tengah antara alex dan randy, gadis itu mencoba melerai perkelahian mereka. "Lex, aku mohon ke kamu. Kamu sekarang balik dulu! Aku nggak mau kalau sampai kamu dan randy terlibat perkelahian." pinta shilla yang sudah menatapnya sendu.
"Tenang aja shill, aku nggak takut sama anak bau kencur kayak dia." sindir alex dengan melirik sinis ke arah randy.
"LO PIKIR GUE TAKUT SAMA LO?!! LO SALAH BESAR!!" balasnya tak kalah tajam.
"randy, udah deh....!!" ucap shilla kesal. Karena randy sedari tadi tidak bisa meredakan emosinya sama sekali.
Gadis itupun, menarik tangan alex menjauh dari randy, "lex pleasee...ngertiin aku kali ini. Aku nggak berniat ngusir kamu lex., tapi kamu kan tau sendiri keadaannya kayak gimana sekarang?!" jelasnya yang masih menggenggam tangan alex.
Alex pun tetap kekeh tidak mau. Alasannya karena dia takut kalau lelaki itu akan berbuat kasar terhadap shilla. Tapi shilla tetap berusaha meyakinkan alex, kalau dia akan baik-baik saja.
Alex pun akhirnya percaya dan mau mendengarkan perkataan shilla. "Oke, kalau kamu udah bilang kayak gitu, mau gimana lagi. Tapi, ntar malam kamu ke cafe kan?" ucapnya yang di jawab shilla dengan menganggukkan kepalanya.
Alex pun dengan terpaksa akhirnya pamit pergi dari sana, meninggalkan mereka berdua dengan perasaan kesal dan khawatir.
Setelah kepergian alex...
"Ngomong apa aja lo sama cowok b******k itu?! Terus ada hubungan apa lo sama cowok itu?" tanya randy dengan nada sinis.
"Bukan urusan lo!!" jawab shilla tak kalah sinis.
Shilla pun tidak memperdulikan randy yang masih sangat kesal itu. Gadis itu hanya menyibukkan diri dengan membereskan minuman untuk alex tadi.
Randy geram melihat tingkah laku gadis itu yang terlihat cuek padanya.
"Jelas itu urusan gue shill, lo itu pacar gue sekarang!!" ucap randy yang kini berada di belakang gadis itu.
Shilla pun berbalik. "Kita cuman pacaran pura-pura rand, ingat itu. Dan lo nggak berhak buat ngatur-ngatur gue!!" ucapnya dengan tatapan tajam.
Mendengar ucapan shilla barusan, tanpa basa-basi randypun langsung mencengkram tangan shilla, dan mendorong tubuh shilla hingga terjatuh di atas tempat tidur.
Kini posisi randy tepat di atas tubuhnya.
Dengan posisi yang sangat dekat seperti itu, randy dengan leluasa dapat menikmati keindahan wajah gadis itu dengan jelas.
DEG DEG..
jantung randy menjadi tidak tenang di buatnya. Begitupun dengan shilla.
"s**l, jantung gue kumat lagi!!" -randy
"Ap—apa yang m—mau dia lakuin sama gue?!" batin shilla gugup.
"Randy, apa yang lo lakuin?? Lepasin gue!!" ucap shilla yang sudah memberontak berusaha melepas cengkraman randy.
"Nggak, sebelum lo jelasin ke gue siapa cowok itu!!"
"Udah gue bilang kan itu bukan urusan lo!!" ucap shilla masih dengan posisi sama.
"Oooohh.... Oke, kalau gitu gue akan nyari tahu dengan cara gue sendiri." ucapnya dengan menyeringai.
"Kenapa perasaanku jadi nggak enak ya.....?!" batin shilla.
Randy mendekatkan wajahnya perlahan, tapi sebenarnya randy hanya berniat menakutinya saja.
Shilla pun memalingkan wajahnya ke samping dengan mata terpejam dan berkata "dia cuman bos gue rand!!"
Bersambung