Buas

1225 Kata

Saka mengedarkan pandangannya, ketika dirinya baru saja melintasi pintu masuk. Beberapa orang berpakaian seragam putih khas perawat berlalu lalang di depannya. Pun fokusnya tertuju pada seorang perempuan yang baru saja selesai berbicara melalui panggilan telepon, perempuan itu duduk di balik meja bertuliskan “Resepsionis”.   “Permisi.” Ucap Saka.   Pun perempuan itu menoleh, menyambutnya dengan senyuman ramah lagi hangat.   “Ya, ada yang bisa dibantu, Dek?” tanyanya.   “Saya mau bertanya, ruangan Dokter Darius di sebelah mana, ya?”   “Dokter Darius? Mohon tunggu sebentar, ya, Dek.” Kata perempuan itu lagi. Alih-alih memberi arahan menuju ruangan Dokter Darius yang menjadi tujuan bagi Saka, ia malah kembali meraih gagang telepon dan menekan digit angka yang tertera di sana.   Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN