Bel istirahat berdering. Saka teringat tentang kabar dari Sekala yang belum juga diterimanya. Seharusnya sekarang ini dia sudah di Amerika, mengingat isi pesan sebelumnya yang mengatakan kalau malam tadi ia akan tiba di sana. Namun, sekarang saja hari sudah hampir siang. Buru-buru Sekala merogoh sakunya. Saku celana, saku seragam. Bahkan ia juga mengacak-acak isi ranselnya. Namun pada kenyataannya apa yang ia cari tidak ada di sana. Ponselnya. Ia lupa membawa ponselnya. Saka menepuk keningnya sendiri. Benar juga, ia baru ingat kalau ponselnya semalam sedang diisi daya, dan karena pagi tadi dirinya kesiangan, jadilah ponsel itu terlupakan dan pasti sekarang masih tergeletak di meja belajar. Pun selama sisa jam pelajaran. Pikiran Saka sudah tidak duduk, bahkan mungkin memang selama ini t

