“Saat aku terjatuh, ada banyak tangan yang membantuku untuk berdiri. Maka, tidak ada alasan lagi untuk aku tidak bisa bangkit kembali.” ---- Masa-masa kelam dan sedih bagi Vanila sudah berlalu. Tidak hanya Aly, sahabat-sahabatnya seperti Vera dan Virgo pun tak kehabisan akal untuk membuatnya kembali ceria. Ya, sahabat. Mereka selalu ada untuk Vanila dan kehadiran mereka sangat berarti baginya setelah ibunya. Namun, kedua sahabat Vanila itu kini sedang misuh-misuh karena gadis itu pergi bersama Aly saat weekend dan tak mengabari mereka. “Maaf deh.” Vanila memelas menatap Vera dan Virgo secara bergantian. Namun, kedua sahabatnya itu pura-pura tak peduli sambil terus memakan kuaci yang terhampar di atas meja. Kali ini, gadis yang lebih akrab disapa Vani itu merayu dengan jurus andalannya,

