13. Aly's Life

1101 Kata

“Sejak hadirnya kamu dipikiranku, aku tidak pernah kenal lagi yang namanya sepi.” ---- Aly merebahkan tubuhnya di atas sofa. Tasnya ia biarkan melorot begitu saja ke lantai. Mungkin, anak lelaki itu bisa dikatakan gila karena tertawa sendiri dalam keadaan yang acak-acakan. Rambut gondrongnya sangat tidak tertata, ditambah kemeja putihnya yang sudah kusut dengan kancing atasnya terbuka. Bahkan, sepatunya masih melekat di kakinya. Wajah lucu Vanila terus mondar-mandir di kepalanya. Bagaimana gadis itu tertawa, marah bahkan menangis. Aly menyukai semua tentang Vanila. Namun, ia menarik bibirnya datar karena gadis itu menolak pergi dengannya nanti malam. Ya, sejak kondisi Vanila stabil, gadis itu sudah mulai menjaga tokonya lagi sepulang sekolah. Jadi, waktu malamnya digunakan untuk mengerj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN