“Meski tak selamanya, setidaknya kau pernah memberikan cahaya terang dalam hidupku.” ---- Aly masih terjaga saat teman-temannya yang lain sudah terlelap. Hari juga sudah menjelang pagi. Namun, matanya masih enggan tertutup. Banyak hal yang dia ingat. Meski tempatnya berbeda, tapi suasana perkemahan membuat pikirannya kembali pada masa di mana dulu dirinya pergi bersama Vanila dan teman-teman lamanya. Pencahayaan yang seadanya dan suasana sunyi menambah kesan sendu. Dari balik parasut tipis yang melindunginya dari angin malam di tempat terbuka ini ia seperti bisa melihat ke luar. Bayang-bayang canda tawanya dengan Vanila melintas begitu nyata. Bagaimana dirinya menggenggam lengan Vanila, atau petikan gitarnya yang mengiringi senandung Vanila. Ah, rindu kadang tak mengenal tempat. Aly lagi

