“Mencoba melupakanmu seperti berjalan menyusuri labirin. Bukannya menemukan titik akhir, tapi malah tersesat.” ---- Sebenarnya, Aly malas mengikuti kegiatan apapun di luar pembelajaran di sekolah. Namun, ia sadar kini dirinya tak sama dengan dirinya yang dulu. Yang bisa seenaknya melakukan apapun yang dirinya mau. Meski lelah karena perjalanan pergi pulang sekolah juga sudah sangat menguras waktu dan tenaganya, Aly tetap menyiapkan peralatan untuk perkemahannya. Apalagi, setelah meminta tanda tangan kepada Sheila sebagai izin orang tua, ibunya itu malah menambah daftar barang yang harus putranya bawa untuk kegiatan tersebut. Padahal, Aly sendiri sudah membuat daftar barang apa saja yang sekiranya penting dan sangat dibutuhkan nanti. “Ma, Al udah urus semuanya. Ini masa Al kayak mau pind

