“Bagiku, kamu penting. Sangat penting dari yang kamu ketahui.” ---- Vanila berusaha meyakinkan Luna kalau Aly tak punya maksud jahat padanya. Tentu saja, dengan bicaranya yang sehalus mungkin dan bisa dimengerti anak seperti Luna. Perlahan anak itu mulai mengendurkan genggamannya dan mencoba menatap Aly meski masih takut-takut dan tubuhnya juga masih bergetar meski tidak sehebat sebelumnya. Usapan Vanila di punggungnya membuat anak itu semakin percaya kalau apa yang Vanila katakan memang benar adanya. Meski berat, Luna kini menatap lurus ke arah Aly. Sedangkan, lelaki itu malah tampak lebih cemas sampai lengannya disenggol oleh Vanila hingga kemudian ia membalas tatapan Luna yang tampak lebih bersahabat dari sebelumnya. Aly yang masih dipenuhi rasa khawatir itu mulai mendekat ke arah L

