“Tak ada yang tidak mungkin selama aku denganmu. Lebih tepatnya, kita bisa karena kita bersama.” ---- Aly tertawa pelan saat melihat Vanila yang tengah menunduk sibuk membaca novel. Gadis itu bahkan tak menyadari kehadiran Aly yang berjalan mengendap-endap ke arahnya. Meski Aly sudah berada tepat di belakangnya, Vanila masih belum menyadari kehadiran lelaki itu dan malah sibuk mengubah ekspresi wajahnya sesuai dengan adegan yang ia baca. Pelan-pelan, Aly menutup novel yang berada di atas meja itu dan barulah Vanila sadar dengan kehadiran lelaki itu. Dengan raut kesal, Vanila memukul pelan lengan Aly. “Al, itu sampe halaman berapa tadi? Ah, pembatasnya di luar tadi.” “Mana aku tau. Kan, kamu yang baca.” Aly memberi jawaban yang sangat menyebalkan. Ia memilih duduk di bangku yang berada

