21. White Rose

1039 Kata

“Aku tidak memilihmu, karena tidak ada opsi kedua, ketiga dan seterusnya di hidupku. Kamu satu-satunya.” ---- “Selamat pagi.” Aly menyapa Vanila semringah. Pagi-pagi sekali, ia sudah berdiri di depan rumah Vanila dengan kaki menyilang. Seragam putih abunya pun sudah melekat sempurna di tubuh atletisnya. Vanila cukup terkejut melihat Aly sepagi itu sudah berseragam. Ketika biasanya anak itu telat masuk sekolah bahkan membolos. “Rajin amat, Al?” kekeh Vanila. Pertanyaannya terdengar seperti sindiran, tapi Aly malah menanggapinya dengan cengiran pamungkasnya. “Buat kamu.” Aly menyerahkan setangkai mawar putih pada Vanila. “Simpan dulu, gih!” titahnya. Vanila tertawa saat Aly memberinya setangkai mawar putih lengkap dengan duri yang masih berada di batangnya. Tidak dihias sama sekali. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN