“Ibu adalah rumah dari segala kebahagiaan. Meski terkadang sikapnya membuat kita salah menafsirkan.” ---- Mobil yang di kendarai Bima sudah sampai di basement rumah sakit tempat Sheila dirawat. Aly masih diam di tempatnya sampai Bima menepuk pundaknya. “Ly, nyampe.” “Ah iya.” Aly mengangkat wajahnya. Bima mengernyit melihat ekspresi kebingungan Aly. “Lo gak apa-apa, kan?” Aly menjawabnya dengan gelengan kepala. Namun, Bima bukanlah orang yang sehari dua hari mengenal Aly, tentu saja anak lelaki itu tahu jika Aly sedang kebingungan. “Lo gak bisa bohongin gue.” “Bim,” panggil Aly pelan. “Ntar, pas di ruangan nyokap, gue ngomong apa?” Sebelum menjawab pertanyaan Aly, Bima tertawa terlebih dahulu. “Ya elah, Ly. Gue kira apaan? Kaku amat lo! Berapa lama lo jadi anak Tante Sheila? Gitu

