“Dari hujan aku belajar, kalau kita bisa saja jatuh dengan begitu derasnya. Namun, kita juga harus ingat kalau itu semua akan reda.” ---- Seperti biasa, Aly hanya duduk termenung di balkon kamarnya. Kali ini, langit menggelap bukan karena petang. Namun, sepertinya hujan akan segera turun membasahi bumi. Meski begitu, ia tetap setia duduk di sana menikmati embusan angin yang cukup kencang menerpa. Bahkan, beberapa tetes air sudah mulai turun. Ingatannya kembali pada hari di mana ia baru dekat dengan Vanila. Saat itu, hujan hampir saja membasahi tubuh mereka kalau tidak lari secepat mungkin. Itu adalah kali pertamanya ia bisa menggenggam lengan Vanila dan tertawa bersama. Ia tahu kalau Vanila suka sekali dengan aroma hujan. Bibirnya terangkat sedikit. Bukan senyum karena bahagia, melaink

