“Aku benci mengatakan jika hujan membangkitkan kenangan. Sayangnya, semua itu memang benar adanya.” ---- Americano di hadapannya sudah mulai dingin. Namun, lelaki itu masih duduk termenung memandang jendela besar yang basah sebab cipratan air hujan yang deras mengguyur bumi sore itu. Andai saja, hati bisa seikhlas hujan yang meski dijatuhkan berkali-kali tetap saja tak pernah menyerah. Sayangnya, manusia memang tak pernah bisa setabah itu. Akan ada masanya ketika lelah memang benar-benar tak bisa diobati lagi. Meninggalkan sesuatu yang indah demi mengulang kisah yang tak pernah diinginkan bukanlah hal yang mudah. Namun, lebih sulit lagi ketika harus meninggalkan semua yang coba diperjuangkan dan diterimanya dengan susah payah. Sudah lama sekali rasanya Evan tidak menyentuh batang nikot

