29. I'll Miss You

1350 Kata

“Banyak hal yang tidak kita sadari keberadaannya hanya karena kita sendiri terlalu fokus pada satu hal yang cukup berharga. Dan sepertinya, satu saja cukup. Satu saja sudah luar biasa. Tak perlu yang lain.” ---- Setelah mengunjungi panti asuhan, Aly tak lantas pulang. Walaupun, Vanila sudah merengek ingin pulang karena hari sudah mulai gelap. “Seenggaknya, kita makan dulu.” Mau tidak mau, Vanila mengiyakan juga perkataan Aly. Wajahnya yang dibuat semanja mungkin mana bisa ditolak oleh Vanila. Keduanya memutuskan untuk singgah di restoran yang katanya favorit Aly tersebut. Awalnya, Vanila sempat menolak karena harganya yang terlihat tak manusiawi karena satu porsi makanan di sana bahkan lebih mahal dari sepuluh porsi nasi goreng favoritnya yang selalu ia tunggu di depan rumah setiap mal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN