“Hanya satu yang kumengerti, aku mencintaimu. Begitu juga dirimu padaku.” ---- Tak seperti biasa, Aly hanya diam sejak pagi. Tak ada Aly yang tersenyum sepanjang perjalanan menuju kelas, tak ada Aly yang menyambut hangat Vanila seperti biasa, tak ada Aly yang akan melempar candaan atau ejekan pada Bima. Lelaki itu benar-benar diam. Tentu saja, hal itu membuat empat orang paling akrab dalam hidupnya itu saling bertukar pandang. Bima yang biasanya tahu apapun tentang Aly, kini hanya mengangkat bahu. Vanila yang kekasihnya saja, tak mengetahui apa yang terjadi pada Aly. Memang, Vanila jarang sekali bertanya. Bukan karena dirinya tidak peduli, hanya saja gadis itu berpikir barangkali ada hal yang memang bukan urusannya. Namun, atas desakan yang lain, kali ini Vanila memberanikan diri untuk

