“Kita memang tak abadi, tapi bisakah kita mengabadikan kisah yang tak selamanya ini?” ---- Karena sepanjang hari sekolah Aly benar-benar sibuk berlatih, jadi hari libur kali ini ia manfaatkan dengan baik untuk menghabiskan waktu bersama dengan Vanila. Lelaki itu sudah menjemput Vanila meski waktu masih menunjukkan pukul delapan pagi. Alasannya, memang kalau terlalu siang, mereka akan menghabiskan waktu yang terlalu singkat untuk bersama. Aly sudah memasang tampang terbaiknya ketika Vanila membukakan pintu rumahnya. Kaus putih polos yang dilapisi kemeja biru tua yang tak dikancing terlihat sangat pas dengan perawakannya. Lelaki itu terlihat berkali lipat lebih tampan dari biasanya. Mungkin, jika perempuan lain yang melihatnya akan kehilangan kesadarannya saat itu dan perumpamaan tersebut

