“Segala sesuatu harus dipikirkan matang-matang, agar tidak ada penyesalan di masa depan.” ---- Sejak perkataan Aly tentang turnamen, Vanila yang sebelumnya menolak, lama kelamaan terpikir juga. Apalagi, Aly yang biasanya sangat tidak bisa dibantah, kini hanya tersenyum saat melihat ada keraguan di wajah Vanila. Mengapa rasanya ada rasa bersalah yang bersarang di dadanya saat melihat senyuman Aly seperti itu. Tanpa sepengetahuan Aly, Vanila mengatur rencana keberangkatannya ke turnamen tersebut yang sebenarnya yang akan diberangkatkan adalah anggota laki-laki dari ekstra kulikuler jurnalistik mengingat jarak juga kesiapan. Para guru juga menyetujui hal tersebut karena mereka tak akan berangkat bersama tim basket, melainkan setelahnya. Atau lebih tepatnya saat pertandingan akan benar-bena

