“Bagaimanapun, sebuah kejujuran tetap harus dikatakan, manis atau pahit itu konsekuensinya.” ---- Vanila menyeka keringat yang mengucur di dahinya. Hari ini sibuk sekali karena saat weekend, toko roti milik ibunya itu akan lebih ramai dikunjungi. Sudah satu minggu, tepatnya selama libur kenaikan kelas, Vanila sibuk membantu ibunya di toko karena salah satu karyawannya ada yang sedang cuti sakit. Meski kadang Aly membantunya, lebih tepatnya membantu mengacaukan. Ada saja tingkah lelaki itu yang malah mengganggu pekerjaan Vanila. Hari ini, Aly tidak datang karena ia pergi bersama Bima. Kalau masih ingat, Vanila bukanlah tipe pacar posesif. Ia bebas saja asal Aly tidak melakukan hal negatif. Tapi, yang Aly tidak pernah lupa, anak lelaki itu selalu mengirimkan setangkai mawar putih pada Van

