"Meski jingga senja selalu tampak indah, tapi aku tidak pernah ingin menatapnya terlalu lama. Sebab, aku takut kehilanganmu saat gelap tiba." ---- Aly masih memutar-mutar ponsel di tangannya. Nomor Vanila sama sekali belum aktif. Padahal, ini sudah tiga jam setelah ia melihat kekasihnya itu bersama dengan Evan tengah makan bersama. Entah, apa yang melintas dipikiran Vanila sampai gadis itu bisa tertawa lepas bersama orang yang pernah menyakitinya begitu dalam. Bahkan, sampai ponselnya mati. Aly tidak bisa berdiam seperti ini. Hanya berbaring di kamarnya dan menerka-nerka. Ia lantas menyambar jaketnya yang menggantung di balik pintu dan mengambil kunci mobilnya. "Ma, Al ada urusan sebentar, ya!" teriaknya pada Sheila yang tengah berada di dapur. "Hati-hati, Al. Jangan ngebut!" "Oke, Ma

