49. A Poem

1359 Kata

Sering kali aku memilih menghindari tatapanmu Hanya karena aku terlalu takut tenggelam di dalamnya Namun terkadang aku menunggu tajamnya matamu Kala membawaku ke kedalaman yang tak terkira ---- Vanila membuka lembaran buku harian bersampul pastel kesayangannya ketika selesai menulis empat baris puisi. Di lembar kosong selanjutnya, ia akan mengisinya dengan curahan hatinya. Seperti biasa. Meski tak rutin, tapi ia selalu menuliskan momen-momen yang sekiranya berharga baginya. Kadang, ia juga menempelkan sebuah foto sebagai ilustrasi. Meski zaman sudah jauh lebih canggih, namun memiliki buku harian dan bercerita di dalamnya masih terasa menyenangkan bagi sebagian orang. Vanila salah satunya. Ia lebih senang mengekspresikan perasaannya lewat buku harian dari pada menuangkannya di sosial m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN