Semua mata tertuju kepada Nicholas yang turun dari mobil, seperti biasa dia selalu menjadi pusat perhatian di mana pun. Nicholas lalu melewati orang-orang yang juga datang untuk mengantarkan Prof Alvred ke tempat peristirahatan terakhir. Saat Nicholas berada di ambang pintu yang sudah terbuka lebar, matanya seketika terbelalak. “Kimberlie?” gumam Nicho sesaat setelah berpikir bahwa mungkinkah ini yang namanya sebuah keajaiban, matanya sama sekali tidak berpaling, terus sama menatap wajah Kimberlie. Ia masih dengan gagahnya berjalan dengan tenang, menyalami semua anak-anak Prof Alvred yang tengah berduka. Terlihat mata Kimberlie juga sembab, Nicholas lalu menghampiri Kimberlie, mengulurkan tangannya. “Aku, turut berduka, Kim,” ucap Nicholas sambil menjabat tangan Kimberlie. “Terima kas

