Tanpa Nicholas sadari, sejak ia mengajak Kimberlie berbincang di samping peti Prof Alvred, ada sepasang mata yang sedang mengawasinya bagaikan elang yang hendak menerkam mangsanya. Galaxy, menahan keinginannya untuk menghampiri keduanya. Ia masih percaya kepada Kimberlie, terlebih saat itu banyak sekali orang yang datang. Kalau sampai terjadi keributan, sama saja mereka menghina tuan rumah yang saat itu sedang berduka. Tapi, Galaxy tidak lagi menahan dirinya saat melihat Nicho menarik tangan Kimberlie dan masuk ke ruangan kerja Prof Alvred. “Tuan-tuan, saya masuk dulu yah, ada yang harus saya lihat,” pamit Galaxy dengan sopan kepada para kenalannya. “Oh, tentu saja, Galaxy. Silahkan,” ucap salah seorang kenalannya. Galaxy lalu berjalan, masuk kedalam rumah duka. Ia segera menghampiri ru

