“Aku tidak bisa mempercayaimu, Matteo. Aku hanya bisa percaya kepada diriku sendiri dan aku tahu, kalau diriku hanya bergantung kepada diriku sendiri. Kau, serta Daniello menjadikanku sebagai alat juga simbol kekuasaan. Aku adalah bidak dalam permainan duniamu yang kejam!” seru Helena. Matteo menatap diam Helena, sekejap matanya tampak mengerjap. Ia menghela napas dengan berat tangannya ia masukan saku celana. Ia terlihat berusaha keras untuk tidak meraih Helena kepelukannya. “Apakah kau sudah selesai mengeluarkan keluhanmu? Duniaku memang kejam dan aku hanya tau membunuh, membalas, apa itu CINTA? Bagiku cinta hanyalah kelemahan. Wanita hanya bagian untuk bersenang-senang. Kau terpilih sebagai istriku, tetapi bukan berarti kau memiliki kedudukan yang istimewa,” tandas Matteo dingin. Hel

