Adventurer Part 6 Teman Baru

1564 Kata
Banyak orang yang ingin masuk ke dalam Kapal berdesak-desakan, mungkin mereka berada di kelas ekonomi, maklum saja kelas ekonomi memang cukup banyak kapasitasnya sekitar seribu empat ratus, dan mereka buru buru masuk untuk mengamankan tempat tidur. Hal itu membuat Saka dan Ghea terpisah dari Daffa dan Bayu. “Ghe, pegang tangan gue, jangan sampe lo juga hilang,” Saka melipir lewat pinggir karena desakan dari banyak orang yang ingin segera masuk kedalam kapal. “Emmm,,” Ghea memegang tangan Saka, Saka berjalan di depan di ikuti Ghea di belakangnya, tangan mereka bertautan cukup kuat, agar tak terlepas oleh senggolan dari orang-orang yang ingin masuk kedalam kapal. Bayu dan Daffa baru menyadari jika mereka berdua terpisah dari Ghea dan Saka saat di pintu masuk, pada akhirnya mereka berdua menunggu Saka dan Ghea yang masih berdesak-desakan dengan orang-orang yang ingin masuk kedalam kapal. “Permisi Mas, anda di larang berada di depan pintu masuk, sebaiknya anda langsung masuk kedalam karena akan membahayakan kalian berdua jika terdorong orang-orang yang ingin masuk kedalam kapal.” Petugas keamanan kapal menegur Daffa dan Bayu. “Begini pak, kedua teman saya belum masuk kedalam kapal, kami hanya takut terpisah dan juga mereka berdua tidak tau dimana letak kamar mereka,” Jelas Bayu. “Kalau begitu anda bisa melapor pada petugas keamanan, agar kami bisa membantu mencari kedua teman anda, dan anda bisa menunggunya di kursi sana” Jelas petugas keamanan sembari menunjuk kursi yang berada di dekat tempat informasi. “Baik Pak, terima kasih banyak atas saran dan informasinya,” Ucap Daffa. “Tunggu, itu Saka sama Ghea,” Bayu menunjuk Saka dan Ghea sedang berusaha untuk berjalan menuju ke kapal. “Pak, sepertinya kami tidak perlu membuat pengumuman untuk mencari teman kami, mereka sudah kami temukan,” Ucap Bayu pada petugas keamanan Kapal. “Baiklah,, tapi jangan berada di depan pintu, sebaiknya kalian tunggu teman kalian di tempat duduk,” Bayu dan Daffa mengangguk mendengar perintah dari petugas keamanan kapal. Tapi ada benarnya apa yang di katakan petugas kapal, semakin banyak orang yang masuk ke dalam kapal, berdesak desakan membuat Daffa dan Bayu memilih untuk menunggu Saka dan Ghea di tempat duduk. Beruntungnya Saka bisa langsung melihat keberadaan Daffa dan Bayu yang mungkin sedang menunggu mereka berdua. “Itu Daffa dan Bayu,” Tunjuk Saka pada dua orang yang duduk di samping meja informasi. “Syukurlah,, akhirnya bisa ketemu sama Daffa lagi, bisa di gantung di pohon cabe sama Tante Stasia kalau anaknya hilang.” Ucap Ghea setelah melihat Daffa baik baik saja,. “Yaudah,,, yukk samperin mereka,” Ajak Saka. Tangan Saka dan Ghea telah terlepas sejak mereka masuk ke dalam kapal, ingat ya,, hanya pegangan tangan, tidak lebih, jadi jangan di anggap berlebihan… “Kalian berdua enggak papa kan?,” Tanya Daffa pada Saka dan Ghea yang baru saja sampai di hadapan mereka. “Kita baik baik aja,” Balas Saka. “Yaudah, lebih baik sekarang kita ke kamar masing masing,. Tadi gue udah sempat tanya ke petugas dimana kamar kita,” Ajak bayu. Kelihatannya Bayu sudah kelelahan, dan ingin segera istirahat, emang mau ngapain lagi di kapal kalau enggak tidur. Mereka berempat berjalan beriringan menuju kamar mereka, di jalan menuju kamar mereka tidak banyak orang yang berlalu lalang, mungkin Sebagian dari mereka telah masuk ke kamar mereka atau mungkin malah belum masuk ke kamar mereka. “Ini kamar kita, dan di sebelah kamar Ghea, Ghe ini kunci kamar lo jangan sampe hilang, dan kalian berdua, ini kunci kamar ini.” Bayu menyerahkan kunci kamar Ghea lalu setelahnya memberikan kunci kamar pada Saka dan Daffa. “Ghe, kalau ada apa-apa beritahu kita,” Ucap Bayu, hanya di angguki Ghea. Ghea langsung berjalan ke kamarnya yang berada di samping kamar mereka bertiga. Saka, Daffa, dan Bayu juga langsung masuk ke kamar mereka. “Akhirnya bisa tidur juga,,” Bayu langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah meletakan ranselnya yang dia gendong sejak tadi di lantai. “Daff, lo tidur di atas apa di bawah?.” Tanya Saka. Karena satu tempat tidur di bawah telah di tempati Bayu. “Aku di bawah enggak papa kan?.” Tanya Daffa pada Saka. “Okkk,, gue yang tidur di atas kalau gitu.” Ucap Saka. Saka pergi ke toilet untuk membersihkan tubuhnya sebelum istirahat, sementara Daffa sibuk menata ransel milik Saka dan Bayu yang di letakkan asal di lantai. Pintu kamar di ketuk dari luar, membuat Daffa tersentak kaget. Terpaksa Daffa meninggalkan pekerjaannya lalu membuka pintu kamarnya. “Maaf ada apa ya Pak?.” Tanya Daffa pada petugas Kapal. “Saya hanya memastikan di kamar ini apakah telah di isi tiga orang, seperti ketentuan yang ada.” Ucap petugas Kapal. “Ohhh iya Pak, kami bertiga di kamar ini, satu teman saya sedang tidur dan satunya sedang di toilet,” Jelas Daffa. “Boleh saya memeriksanya kedalam?.” Tanya Petugas Kapal. “Ohhh, silahkan.” Daffa membuka pintu kamarnya lebih lebar agar petugas Kapal bisa masuk, dan disaat bersamaan Saka keluar dari toilet. “Ada apa?.” Tanya Saka kebingungan saat melihat petugas Kapal masuk ke ruangan mereka. “Maaf Mas, saya hanya melakukan pengecekan pada setiap kamar untuk memastikan tidak terjadi kecurangan dalam Kapal,” Jelas petugas Kapal. “Ohhh iya Pak, silahkan.” Balas Saka santai. “Saya sudah selesai memeriksa, saya hanya memastikan saja jika di kamar ini semuanya laki laki, tidak ada perempuan di kamar ini,” Ucap Petugas Kapal. “Iya Pak, Tunggu Pak, apa petugas yang melakukan pengecekan di setiap kamar laki-laki?.” Tanya Saka, ketika dia mengingat Ghea di kamar samping. “Kami selaku petugas Kapal telah memiliki daftar kamar mana yang telah di pesan laki-laki, atau perempuan, dan saat kami melakukan pengecekan satu-persatu ke kamar kami menyesuaikan, jika yang memesan laki-laki yang akan memeriksa petuas laki-laki, dan jika yang memesan kamar perempuan maka petugas perempuan yang akan memeriksa kamarnya, anda tidak perlu khawatir Mas,” Jelas petugas Kapal. Daffa dan Saka langsung menghembuskan nafasnya lega. “Syukurlah,” Ucap Daffa pelan, namun masih di dengan Saka yang berdiri di sampingnya. “Kalau begitu saya permisi, masih ada beberapa kamar yang harus saya periksa.” Ucap petugas Kapal. “Silahkan Pak,” Balas Daffa. Setelah kepergian petugas Kapal tadi, Saka langsung mengunci pintu dan naik ke atas, karena kamar tidur Saka berada di atas sementara Daffa pergi ke toilet untuk bersih bersih sebelum tidur. **** Ghea yang pertama datang ke kamar ini langsung memilih merebahkan tubuhnya di tempat tidur, baru saja Ghea ingin memejamkan matanya, Ghea mendengar pintu terbuka. “Ohhh hai,, selamat siang, saya Sonya, kalau boleh tau siapa nama kamu?.” Tanya perempuan yang baru saja masuk kedalam kamar yang di tempat Ghea. “Aku Ghea.” Balas Ghea cuek. “Sepertinya kamar ini hanya kita berdua, apa boleh aku tidur di kasur bawah?.” Tanya Sonya lagi. “Silahkan,” Balas Ghea singkat, tanpa mau berbasa basi pada Sonya. Ghea tidak jadi tidur, memilih untuk membersihkan tubuhnya, Ghea ingat dia sedang datang bulan jadi dia harus menjaga kebersihan tubuhnya agar dia nyaman. Mengambil baju, Ghea memutuskan untuk mandi. “Gue nitip barang-barang gue.” Ucap Ghea sebelum masuk ke toilet. “Iya,, aku akan jagain barang-barang kamu,” Balas Sonya. Ghea medengar suara jika Sonya sedang bicara dengan orang lain, kata Sonya mereka hanya berdua di kamar ini, ahhh bodo amat, siapa perduli. Pintu toilet di ketuk bersamaan dengan Ghea yang membuka pintu toilet. “Ada apa?.” Tanya Ghea kebingungan melihat Sonya di depan toilet. “Ada pengecekan kamar oleh petugas, dia tidak percaya jika aku berdua dengan kamu di kamar ini,” Jelas Sonya. Ghea langsung keluar dari toilet. “Saya sudah berada disini, apa yang anda perlukan lagi?.” Tanya Ghea. “Tidak ada, kalau begitu saja permisi,” Balas petugas perempuan yang memeriksa kamar Ghea dan Sonya. “Ihhh,, kebiasaan deh, enggak percaya banget, emangnya kita mau menyeludupkan laki-laki di kamar.” Sonya ngedumel setelah kepergian petugas Kapal. “Ekhhhmmm,, emang sering ada pengecekan seperti ini?.” Tanya Ghea pada Sonya, pasalnya ini pertama kali Ghea naik Kapal laut. “Iyaaa,, jika ada penumpang masuk di Pelabuhan pasti akan ada pengecekan, tapi kalau satu kamar berisi tiga orang dan tujuannya sama, biasanya enggak di cek dua kali, cukup satu kali, ngomong ngomong kamu mau kemana?.” Tanya Sonya. “Mau ke Manokwari kalau enggak salah, aku Cuma ikut liburan sepupuku dan teman-temannya, enggak tau kemana tujuan pasti mereka, kalau kamu mau pergi kemana?” Tanya Ghea, pada akhirnya Ghea mau tidak mau harus beramah tamah dengan Sonya, ehhh iya kan namanya Sonya, jangan sampai dirinya salah memanggil nama, bisa turun pamornya. “Aku kembali ke rumahku di Kab. Teluk Bintuni, tapi Kapalnya bersandar di Pelabuhan Manokwari, lalu perjalanan darat kurang lebih empat jam dari Manokwari untuk sampai ke ruamhku,.” Balas Sonya. “Jauh juga yaa,,, tapi untuk apa kau di Surabaya?.” Tanya Ghea. “Aku sedang Kuliah di Malang, udah dua tahun aku enggak pulang karena kesibukan di kampus sekaligus kerja part time, ini mumpung mendapat libur dua bulan setelah sidang skripsi jadi aku memutuskan untuk kembali ke rumah, sekalian menjemput orang tua untuk pergi ke Malang menghadiri wisudaku dua bulan mendatang.” Jelas Sonya. “Wahhhhh hebatnya kau telah lulus kuliah,” Ternyata Sonya cukup nyaman untuk di ajak bicara. “Enggak juga,, butuh perjuangan dan kerja keras untuk mendapatkan ini semua, semua tidaklah instan.” Ghea mengangguk tanda setuju dengan apa yang di katakan Sonya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN