Entah sudah berapa lama Saka tertidur, rasanya sangat nyaman sekali tidurnya kali ini, tanpa ada gangguan kedua temannya, tapi tunggu, kenapa Saka merasa tempat tidurnya goyang-goyang, apa ada gempa lagi?.
Buru-buru Saka melihat sekitar, dan Saka baru menyadari jika Saka berada di Kapal laut perjalanan menuju Manokwari.
“Ka,, bangun, kita makan malam dulu,” Bayu ingin membangunkan Saka, namun melihat Saka yang sudah duduk di tempat tidur Bayu hanya memanggil Saka.
“Emmmmm,,,” Saka menyibakkan rambutnya kebelakang agar tidak menghalangi pandangannya. Ternyata rambutnya sudah cukup panjang.
Saka turun dari tempat tidurnya, langsung masuk ke toilet, Saka tidak melihat keberadaan Daffa, entah dimana temannya itu berada.
Selesai cuci muka, Saka langsung keluar dari kamar bersama Bayu.
“Dimana Daffa?,” Tanya Saka yang penasaran dengan keberadaan Daffa.
“Lagi pesen makan di cafetaria, gue disuruh ngebangunin lo, kebo banget lo tidur, tumben?,” Bayu sendiri keheranan dengan Saka, bisa bisanya tidur dari siang sampai malam dan susah di bangunin,.
“Gak tau, enak aja tidurnya, nyaman.” Balas Saka santai.
Cukup jauh pergi ke tempat makan, sepanjang perjalanan ke tempat makan, hanya beberapa orang yang lewat, mungkin karena ini area khusus kelas satu dan dua, makanya tidak banyak orangnya.
“Dimana Daffa?.” Tanya Saka lagi karena Saka tidak melihat keberadaan Daffa, jangan sampai mereka salah masuk ke tempat makan.
Mereka berdua celingak-celinguk mencari keberadaan Daffa dan Ghea diantara sekian banyak orang.
“Tadi masih pesan makan, Ehhhh itu mereka.” Bayu menunjuk tiga orang yang sedang bicara di sebuah meja makan agak ke pojok, jadi tidak terlalu terlihat jika dari pintu masuk cafetaria.
“Ehhh,, udah bangun Ka?.” Tanya Daffa pada Saka, saat Saka sudah sampai di meja makan. Saka menarik kursi kosong di sebelah Ghea.
“Udahlah, kalau aku belum bangun siapa yang ada disini? Jangan aneh-aneh deh kalau tanya,” Balas Saka.
“Ehhh itu siapa?.” Tanya Saka yang baru menyadari perempuan di samping Ghea.
“Temen satu kamar Ghea, mereka Cuma berdua di kamar sebelah,” Saka hanya mengangguk mendengar penjelasan Daffa.
“Sonya, kenalin ini Saka, teman kita,” Ghea mengenalkan Saka pada Sonya.
“Hai,, gue Saka, salam kenal, btw tujuan lo kemana?.” Tanya Saka langsung.
“Gue Sonya, gue mau balik ke rumah orang tua di Teluk Bintuni,” Balas Sonya.
“Wahhh satu tujuan kalau gitu,” Ucap Saka.
“Bukannya kalian mau ke Manokwari?.” Tanya Sonya.
“Kita juga mau ke Teluk Bintuni, mau lihat Hutan Bakau, sekaligus mau menjelajah di Hutan Bakaunya.” Jelas Saka.
“Wahhh kalau begitu main kerumah ku, tidak jauh dari rumahku pintu masuk cagar alam Hutan Bakau, dan aku bisa jadi tour guide buat kalian,” Sonya mengajak mereka berempat untuk datang ke rumahnya.
“Boleh juga,, tapi sebaiknya kami mencari penginapan terdekat, agar kami tidak merepotkanmu,” Ucap Daffa, Daffa adalah ornag yang paling tidak enakan dengan kebaikan orang asing, termasuk Sonya, karena Sonya adalah orang baru yang Daffa temui.
“Tidak apa, orang tuaku memiliki dua rumah, satu rumah biasanya di sewakan pada pengunjung yang ingin bermalam di desa kami, jadi kalian bisa tinggal di rumah ku,” Jelas Sonya.
“Terima kasih banyak atas kebaikan hatimu, semoga kita bisa berteman selamanya.” Ucap Ghea.
Daffa menyerngitkan dahinya, sejak kapan Ghea mudah akrab dengan orang baru.
“Daff, lo kenapa?.” Tanya Bayu.
“Enggak, aku enggak papa, aku hanya merasa aneh dengan Ghea,” Balas Daffa.
“Emang gue kenapa? Kok lo bilang aneh?.” Tanya Ghea, Ghea sendiri juga tidak tau apa yang aneh dengan dirinya.
“Yaa,,, biasanya kamu jarang mau bicara sama orang baru, ini kamu baru kenal sama Sonya udah akrab gitu,” Jelas Daffa.
“Ya gak masalah, selama gue nyaman dan aman apa salahnya membuka diri untuk bicara pada orang baru.” Balas Ghea.
“Ahhhh ternyata sepupu gue udah beranjak dewasa ya,, fikirannya.” Daffa mengusap usap rambut Ghea membuat rambut pendek Ghea sedikit acak-acakan.
“Daffa, rambut gue,,,” Ghea sedikit meninggikan nada bicaranya tanda protes pada Daffa yang mengacak-acak rambutnya.
Pesanan mereka datang saat mereka sedang asik bercengkrama.
Daffa tentu tidak lupa membawa lauk tambahan dari Ibunya, yang telah Daffa pindahkan di kotak makanan yang kecil. Bayu dan Saka saling berpandangan, sejak kapan Daffa memindahkan makanannya, perasaan mereka tadi sama sama istirahat deh?.
“Semuanya ayo makan, ini ada lauk tambahan kalau mau, tumis cumi kering, abon sapi dan kering kentang.” Ucap Daffa.
“Gue pergi bentar,” Saka izin pergi, belum juga mereka berempat bertanya kemana Saka pergi, namun Saka sudah terlebih dulu jalan meninggalkan meja tempat mereka makan.
Makan tanpa kerupuk rasanya kurang afdol, Saka membeli kerupuk di warung makan yang ada di cafetaria.
“Kebiasaan Saka,” Ucap Bayu tiba tiba, ketika menyadari kemana Saka pergi.
“Saka, makan, dan kerupuk tidak bisa di pisahkan.” Imbuh Daffa.
“Udah,, udahh,,, ayo makan, udah laper,” Ucap Ghea, Ghea juga sungkan mau makan sendiri, sementara yang lain masih ngobrol.
“Bilang aja kamu udah kelaparan Ghe.” Balas Daffa.
“Hahahahhahaha,,, lucu banget sih Ghea kalau ngambek,” Sambung Bayu, membuat Ghea menatap tajam Bayu.
“Ghe,, makan, katanya laper, jangan Cuma mandangin Bayu, gak akan kenyang yang ada kamu tambah kelaparan,” Daffa menginterupsi Ghea yang sedang menatap Bayu penuh dengan permusuhan.
Saka datang membawa kerupuk, bayu saja Saka duduk, Ghea tanpa permisi mengambil kerupuk Saka,
“Gue juga mau,” Ucap Ghea, beruntungnya Saka membeli cukup banyak kerupuknya, coba kalau pas di Saka, Ghea bisa di tampok sama Saka.
Mereka makan dalam diam, sembari mendengar musik yang di putar di cafetaria.
“Ahhhh,, kenyangnya.” Bayu baru saja menghabiskan nasi ayam bakar, dengan es jeruk satu gelas, siapa yang tidak kenyang coba.
“Gue juga,,” Saka menimpali ucapan Bayu barusan sembari meminum es jeruk miliknya.
“Kalian memang doyan makan sepertinya, porsinya cukup banyak dan kalian mengabiskan dengan waktu yang cukup cepat,” Sonya ikut bicara.
“Bukan doyan makan, tapi kelaparan.” Sanggah Saka.
“Yaa,, itu benar,, Saka tidur dari siang sampe malam, dan dia bangun langsung makan,,” Imbuh Bayu,
“Wahhhh,,, gila sihh, lo tidur apa Latihan sekarat?” Tanya Ghea,, Ghea baru saja menghabiskan makan malamnya, langsung ikut menimbrung pembicaraan Saka, Bayu, dan Sonya.
“Sembarangan lo kalau ngomong,” Balas Saka yang tidak terima dia dikatakan sedang Latihan sekarat.
“Udahh,,, udahhhh,, jangan berantem terus,, Ghea sebaiknya kau kembali ke kamar, begitu juga dengan kita, katanya besok mau bangun pagi, berburu sunrise?.” Tanya Daffa pada Ghea.
“Benar, pasti indah sunrise di tengah laut,” Balas Saka.
“Memang bagus, sebaiknya kalian bangun jam setengah lima, dan bersiap di dek atas,” Sarah Sonya.
“Yaa,, itu benar,, ayooo kita kembali ke kamar,” Ajak Bayu.
Mereka benar benar kembali ke kamar untuk kembali istirahat, tapi tidak dengan Saka, saka tidak bisa tidur lantaran dia sudah tidur cukup lama, rasa kantuknya hilang entah kemana.
Saka melihat Daffa yang sudah memejamkan matanya, dan saat Saka mengintip ke bawah dimana tempat tidur Bayu berada, Bayu juga sudah memejamkan matanya.
Jam sepuluh malam, ingin keluar dari kamar tapi Saka bingung mau ngapain, pada akhirnya, Saka memilih untuk menonton komedi varietas di youtube.
Drakon cinta segitiga polisi membuat Saka dilemma, antara sedih mengikuti alur ceritanya dan di satu sisi Saka ingin tertawa mendengar suara godaan penonton bayaran di acara tersebut.
Sesekali Saka akan menahan tawanya, Saka tidak mungkin tertawa lepas, Daffa dan Bayu bisa tiba-tiba bangun dan memarahinya,.
Tidak terasa Saka menonton komedi varietas sampai jam sebelas, aahhh tidak, beberapa menit lagi sudah masuk jam dua belas malam, gila,, saking asiknya nonton Saka sampai gak nyadar sudah tengah malam.
Meletakkan airpod dan ponselnya di sebelah bantalnya, Saka mengambil guling untuk di peluk menemani tidurnya.
Mau tidak mau Saka harus tidur, jika terus-terusan nonton youtube, bisa bisa sampai besok pagi Saka tidak akan tidur.