Dave baru saja masuk ke penthouse nya dan berjalan ke kamarnya, tetapi seketika langkahnya terhenti saat rasa sakit mendera perut bagian kanannya. “Oh Shitt!” Ia memejamkan matanya sekuat tenaga menahan rasa sakitnya, dengan berpegangan pada dinding di sampingnya. Ia berjalan cepat menuju kamarnya dan mengambil obat yang ada di dalam laci kamarnya. Segera ia meminumnya dan memejamkan matanya. Perlahan Dave membuka matanya dan menghela nafasnya perlahan. Rasa sakit itu berangsur menghilang. *** Agneta mondar mandir di dalam kamarnya dengan gelisah dan perasaan tak menentu. Ia masih gelisah memikirkan ucapan Dave kemarin. Kenapa Dave harus mengatakan semua itu dan akan menceraikannya. Agneta kira Dave benar-benar mencintainya, tetapi tern

