48

1470 Kata

Aiden berjalan tak tentu arah malam itu dengan menenteng jas abu miliknya, dasinya sudah tak beraturan. Tatapannya hampa tak bersemangat dan seakan tak ada gairah hidup. Bulir bulir air mata masih memenuhi kelopak matanya dan kapan saja siap meluncur membasahi pipi. Bayangan saat pertama kali bertemu. Saat itu Agneta tak sengaja menumpahkan coffee yang dia pegang mengenai jas milik Aiden. Awalnya Aiden ingin marah, tetapi saat matanya beradu dengan mata indah milik Agneta yang ketakutan saat itu membuatnya luluh dan langsung jatuh cinta pada Agneta. Aiden mulai menelusuri kehidupan Agneta, dan dia sempat kecewa dan patah hati mengetahui Agneta memiliki seorang putra san pastinya memiliki suami. Tetapi Aiden keliru, ternyata Agneta sudah tak bersama Ayah Regan dan itu membangkitkan kemba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN