Agneta melirik jam kecil di atas meja kerjanya, waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 4 sore hari. Setelah kejadian tadi pagi ia tak bertemu dengan Aiden juga Dave. Entah kemana mereka berdua. Agneta memfokuskan diri dengan pekerjaannya yang menumpuk, kebetulan sekretaris sebelumnya memberikan beberapa note kecil di setiap berkas yang belum di kerjakannya. Pekerjaan sekretaris juga tak serumit dan sesulit pekerjaan dia yang sebelumnya, sehingga Agneta lebih cepat beradaptasi. Agneta merenggangkan otot tangan dan lehernya, “Cofee hangat sepertinya bisa membantu merilexkan tubuhku.” Ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan Dave. Ia berjalan melewati lorong kantor hingga langkahnya terhenti tepat di samping pintu kaca yang tertulis ru

