"Evellyn, dari mana kamu? Apa kau mau mencoba kabur?" tanya Nyonya Retha sinis, bahkan sampai mencengkram mulut Evellyn, "jangan coba-coba kabur, Evellyn. Jika kau berani kabur, kau akan tahu akibatnya!" kata Nyonya Retha seraya mendorong tubuh Evellyn kasar. Kali ini, Evellyn bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tubuhnya tidak sampai mencium lantai. "Demi Tuhan, Nyonya, saya tidak berniat untuk kabur. Saya juga bingung, kenapa saya bisa berada di tempat itu," kata Evellyn, dia tidak berani mengatakan tempat itu milik Tuan Li, pengusaha paling sukses di Eropa. Evellyn takut nantinya Nyonya Retha jadi salah paham padanya, "seingat saya tadi, saya sedang menunggu taksi lewat. Terus, ada orang yang menubruk saya, setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi, Nyonya. Bahkan tas, dan pons

