“Bagaimana, Zafran? Apakah kamu berhasil lolos menjadi pengawal anak Zafran?” Tanpa basa-basi Ruiz langsung menginterogasi Zafran begitu lelaki itu pulang untuk berkemas kemudian pindah ke rumah Surya. Zafran mengangguk. “Ya, Tuan. Saya lolos. Pak Surya memberi saya waktu dua hati untuk berkemas dan pindah ke sana.” Ruiz tertawa lebar. “Aku tak menyangka bahwa jalannya akan semudah ini, Zafran. Surya … Surya … aku tak menyangka dia ternyata hanya seorang laki-laki laki-laki bodoh yang mudah dikelabui. Lalu … apakah kamu sudah bertemu dengan anak itu?” Ruiz menatap Zafran. Sesaat Zafran bimbang, tetapi Ruiz adalah jenis manusia yang tak bisa dibohongi. Dia akan tahu apakah Zafran berbohong atau tidak hingga akhirnya Zafran memilih mengangguk. “Ya, saya sudah bertemu dengannya.” Zafran

