“Nayra! Jangan kesana, Nayra!” Zafran berteriak kencang kemudian terbangun dengan tubuh bersimbah keringat dan jantung yang berdegup kencang, terbawa emosional alam bawah sadarnya tadi. Dan lagi-lagi Zafran menarik napas lega ketika menyadari bahwa semua hanya sebuah mimpi. Meski rasanya begitu nyata, tapi Zafran kini merasa lega. Pelan, dia mengusap wajahnya yang berkeringat, Suhu ruangan yang dingin tak membuat Zafran merasakan kesejukan. Tubuhnya terasa pegal dan sedikit nyeri karena tidurnya sama sekali tak nyaman. “Lita?” Lelaki itu langsung bangkit ketika menyadari bahwa seharusnya di kamar ini terdapat Lita yang semalam nekat dibawanya mengingat bahaya yang mengancam jika Zafran membiarkan gadis itu keras kepala untuk pulang sendirian. “Lita! Kamu mandi?” panggil Zafran di depan

