Bab 30 Davi yang berjalan sangat tergesa-gesa tidak memperhatikan keadaan di dalam apartemennya saat ini. Dia masuk dan langsung menuju arah kamar tidurnya. Kulit wajahnya yang putih terlihat memerah dengan keringat yang bercucuran. Davi membuka pintu kamarnya dengan kasar dan menutupnya kembali, menimbulkan suara gedebuk yang lumayan keras. Tiga puluh menit berlalu Davi tampak keluar dari kamarnya. Niat hatinya ingin menonton televisi dan mendinginkan kepalanya yang terasa berdenyut atas bawah. Sebelum keruang tengah Davi terlebih dulu ke dapur mengeluarkan cangkir dan membuat kopi hitam pahit kesukaannya. Selesai membuat kopi Davi langsung menuju ruang tengah ruangan satu-satunya tempat bersantai dan juga berkumpul jikalau ada keluarga atau temannya datang berkunjung. Berkumpul?

