“Sejak hari itu, aku sulit memutus pandangan darimu.” ---- Tidak dipikirkan tapi sejak keluar dari toko buku, Ayu merasa tidak enak karena pergi begitu saja dan tidak memberikan penjelasan apa-apa pada Sandi. Tetapi, memangnya penting juga ia harus mengatakan semuanya pada Sandi? Toh, mereka juga hanya sekedar kenal. Ayu harusnya tahu batasan mereka hanya sebatas penulis dan pembaca semata. Namun, ia tak bisa fokus pada film yang ditontonnya. Ia hanya sibuk memakan popcorn caramelnya sambil melamun. “Mas tau, kamu gak nonton, kan? Kayaknya, sejak keluar toko buku, kamu beda. Ada apa, Dek?” Tentu aja, Arjuna menyadari perubahan sang adik. “Ssst… jangan berisik, Mas.” Ayu berkilah dengan memusatkan pandangannya pada layar besar yang tengah memutar film. Namun, Ayu sudah tertinggal jauh j

