“Sengaja atau tidak, pertemuan kita selalu membuatku berdebar.” ---- “Mas, Ayu boleh keluar gak?” tanya Ayu yang sudah menyelesaikan tugasnya karena karyawan yang bertugas sebagai kasir sudah datang. “Mau ke mana, Yu?” “Belanja, Mas. Ibu titip. Pinjem mobil, dong.” Ayu mengulurkan tangannya ke arah Arjuna. “Mana boleh Adek nyetir sendiri? Ayo, Mas anter aja. Aman kok di sini.” Ayu hanya bisa mendesah pasrah karena seberapa keraspun ia melawan Arjuna, ia tidak akan menang kalau masalah menyetir. Walaupun usianya sudah cukup dan ia juga bisa menyetir, tapi kakak protektifnya itu selalu saja berdalih khawatir. “Jangan ngambek. Nanti, Mas beliin es krim.” “Memangnya Ayu ini anak kecil!” “Oh, jadi gak mau?” “Mauuu. Stok buat di rumah tapi, ya.” “Pemerasan!” “Mas yang setuju. Ayu gak

